Bisakah probiotik menjadi anti inflamasi?

Aug 12, 2024 Tinggalkan pesan

Penelitian menunjukkan bahwa banyak probiotik memiliki efek anti-inflamasi yang hebat. Mikroorganisme bermanfaat ini dapat membantu tubuh mengatur sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan di berbagai bagian tubuh, terutama usus. Efek anti-inflamasi dari probiotik didukung oleh semakin banyak penelitian, dan efek spesifiknya dapat bervariasi tergantung pada jenis probiotik, status kesehatan individu, dan jenis peradangan.

Bagaimanaprobiotik anti inflamasimengurangi peradangan:

1) Mengatur mikrobioma usus probiotik inflamasi manusia:

          Probiotik untuk peradangandapat membantu menyeimbangkan mikrobioma usus dengan meningkatkan bakteri menguntungkan dan mengurangi bakteri berbahaya. Mikrobioma usus yang seimbang sangat penting untuk menjaga respons imun yang sehat dan mengurangi peradangan kronis.

2) Memperkuat penghalang usus:

       Probiotik anti-inflamasi dapat memperkuat lapisan usus dan mencegah zat berbahaya seperti racun dan patogen memasuki aliran darah. Hal ini mengurangi paparan sistem kekebalan terhadap potensi pemicu peradangan.

3) Menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA):

Beberapa probiotik menghasilkan asam lemak rantai pendek seperti butirat yang memiliki sifat anti-inflamasi. SCFA membantu menyehatkan sel-sel yang melapisi usus besar dan mengurangi peradangan usus.

4) Regulasi sel imun:

       Probiotik untuk peradangandapat memengaruhi sel kekebalan, seperti sel T pengatur dan sel dendritik, untuk meningkatkan respons antiinflamasi. Mereka juga dapat mengurangi produksi sitokin proinflamasi, yang merupakan molekul pemberi sinyal yang memicu peradangan.
5) Mengganggu bakteri patogen:

Dengan bersaing dengan bakteri patogen untuk mendapatkan sumber daya dan ruang di usus, probiotik dapat mengurangi keberadaan mikroorganisme berbahaya yang dapat memicu peradangan.

Kirim permintaan

whatsapp

teams

Email

Permintaan